masjid agung baiturrahim

Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo – Tahukah Anda kalau masjid agung ini sudah ada sejak abad ke-18?

Pembahasan masjid ini memang jarang dikupas tuntas. Padahal, masjid ini merupakan saksi perjuangan masyarakat setempat melawan koloni.

Masjid Agung ini mengalami sempat beberapa kali di renovasi. Renovasi terakhir, masjid ini diresmikan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di Istana Merdeka,  13 Oktober 1999.

Arsitektur masjid ini juga unik dikarenakan atapnya yang berundak tiga, seperti Masjid Agung Demak dengan arsitektur Jawa Hindu. 

Ingin penjelasan lebih lanjut? yuk disimak penjelasan saya.

Baca Juga Masjid Ramlie Musofa : Kemegahan masjid di Jakarta Seperti Taj Mahal

Sejarah Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo

Perkembangan Islam di Gorontalo sendiri sudah duluan dari wilayah lainnya di Indonesia, yaitu Kesultanan Gorontalo.

Kesultanan Gorontalo sendiri awalnya berpusat di daerah kecamatan Telaga. Kemudian, berpindah ke kecamatan Dungingi, dan terakhir adalah lokasi kota Gorontalo yang sekarang ini.

Perpindahan daerah dilakukan dengan tujuan mencari wilayah yang lebih strategis. Bersamaan dengan hal tersebut, dibangunlah Masjid Agung Baiturrahim.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tua yang dibangun sejak tahun 1728 M, 18 Maret oleh Raja Botutihe.

Masjid ini dibangun bersamaan dengan pembangunan kota Gorontalo yang sebelumnya di Dungingi.

Seiring dengan berkembangnya Islam di Gorontalo, masjid yang awalnya berbahan dasar kayu ini mulai diganti dengan tembok batu. 

Renovasi pun dilakukan berkali-kali, sampai pada tahun 1999, tanggal 13 Oktober, Masjid Agung ini diresmikan oleh Presiden Habibie yang kala itu tinggal di Gorontalo.

Baca Juga Masjid Raya Medan : Sejarah, Arsitektur, Hingga Wisata Reliji di Medan

Kemegahan Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo

Masjid Agung Baiturrahman merupakan masjid termegah dan terbesar yang ada di Gorontalo. Bahkan, masjid ini dapat menampung hingga 4000 jamaah.

Atap masjid ini tidak menggunakan kubah masjid, melainkan menggunakan desain khas dengan adat rumah setempat, dan berundak tiga.

Bangunan Masjid Agung gorontalo sendiri terlihat seperti dua bangunan kembar yang menyatu.

Selain itu, dinding masjid dipenuhi lukisan kaligrafi, sehingga terlihat sangat indah bagian interiornya.

Plafon masjid juga cukup tinggi, sehingga, suasana di dalam masjid pun sejuk, berbeda dengan hawa panas Gorontalo ketika berada di luar masjid.

Baca Juga Masjid Namira Lamongan : Sejarah, Kiswah, Serta Wisata Reliji yang Sempat Viral

Keunikan Warga Gorontalo Untuk Meramaikan Masjid

Warga Gorontalo sendiri mayoritas beragama Islam, oleh karena itu terdapat budaya Gorontalo yang di campur dengan budaya Islam salah satunya adalah Tumbilo Tohe.

Tumbilo Tohe adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh warga Gorontalo dengan memasang lampu minyak tanah di setiap bangunan yang ada.

Kegiatan ini dilakukan menjelang akhir ramadan atau sekitar 3 hari sebelum Idul Fitri. Pada malam-malam ini, daerah Gorontalo pun diwarnai dengan tumbilo Tohe.

Salah satu yang meramaikan acara ini adalah Masjid Agung Baiturrahim. Daerah masjid ini selalui ramai ketika event Tumbilo Tohe dikarenakan banyaknya keindahan lampu jalanan yang dapat dinikmati, sekaligus menunaikan ibadah.

Wisata Reliji ke Masjig Agung Baiturrahim

Masjid Agung Baiturrahim merupakan masjid teramai yang ada di Gorontalo. Lokasinya yang berada di pusat kota menjadi kunjungan strategis bagi Anda yang sedang berwisata.

Banyak juga yang sengaja ke tempat ini untuk wisata reliji sekaligus beristirahat sebelum melakukan perjalanan kembali.

Yuk jangan lupa untuk meramaikan masjid di sekitar Anda, apalagi shalat di masjid merupakan keutamaan bagi umat muslim laki-laki.

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?