masjid agung banten
Sumber: Masjid Agung Business Site
'Ake lara ati, namung saking duriat'

Jika Sering Disakiti Orang Hadapilah dengan Kecintaan Tidak dengan Aniaya

Masjid Agung Banten – Salah satu spot wisata reliji yang banyak dikunjungi orang ini, ternyata memiliki berbagai cerita dibalik pembuatannya. Masjid yang sudah di renovasi lebih dari 10 kali ini, kini tampak seperti suasana masjid di Madinah.

Masjid ini berlokasi di Jl. Raya Banten Lama, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Sekitar 10 km dari Kota Serang dengan total waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Ternyata,

Masjid ini sudah didirikan pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Tidak hanya itu, masjid ini juga mengambil peran dalam ekspansi Islam di daerah Banten, Untuk selengkapnya silahkan dibaca lebih lanjut.


Daftar Isi

masjid agung banten dulu
Sumber: Wikimedia

Sejarah Masjid Agung Banten dan kaitannya Dengan Perkembangan Islam

Sejarah Masjid Agung Banten tentu memiliki kaitannya dengan kerajaan islam di Indonesia. Masjid ini didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin atau yang disebut ‘pangeran sabakingkin’. 

Sultan Maulana Hasanuddin merupakan anak dari Sunan Gunung Djati (Wali Songo) sekaligus raja pertama dari Kesultanan Banten itu sendiri.

Dilansir dari situs Pemerintahan Kabupaten Serang, Banten, awalnya merupakan bagian dari kerajaan Sunda yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umum. Setelah Islam mulai masuk ke Banten pada abad 16, pemerintahan Prabu sendiri mulai melemah sehingga.

Pada Tahun 1524-1525  M, 

Kekuasaan banten pun dijatuh di tangan Sunan Gunung Jati dan mengangkat putranya Sultan Maulana untuk memimpin kerajaan islam di daerah Banten.

Masjid Agung Banten pertama kali didirikan pada tahun 1556 M. Kemudian, masjid ini dilanjutkan oleh putranya sultan maulana Yusuf pada tahun 1566 M.

Ternyata,

Desain arsitektur dari Masjid Agung Banten dilakukan oleh 3 orang yang berasal dari negara yang berbeda, 

Di simak ya penjelasan berikutnya.

Desain Arsitektur dari Tiga Orang dengan Negara yang Berbeda

Dikutip dari Sistem Informasi Masjid Kementerian AgamaBangunan Masjid Agung Banten adalah sebuah komplek dengan luas tanah 1,3 ha dikelilingi pagar  setinggi satu meter.

Didalamnya terdapat masjid,  serambi masjid, dua bangunan Tiyamah, sebuah menara, dan tempat pemakaman.

Desain arsitektur pada bangunan digunakan dengan memadukan unsur Jawa Kuno dan Tiongkok, kemudian diikuti dengan Belanda.

Hal ini terlihat dari atap bangunan masjid yang terlihat dari serambi yang lapang dan atap yang bertingkat. 

Desain arsitektur Tiongkok yang ada di masjid merupakan hasil dari Tjek Ban Tjut (Dikenal dengan Pangeran Adiguna). sehingga atap bangunan sendiri mirip dengan Pagoda tiongkok.

Uniknya,

Atap di masjid ini berundak 5 atau ditumpuk 5 atap, diartikan sebagai  rukun Islam. Semakin ke atas, ukurannya semakin kecil, membentuk seperti limas.

Berbeda dengan Masjid Agung Demak yang memiliki atap bangunan masjid berundak 3 dengan makna akidah islam, yaitu iman, islam, dan Ihsan.

Kedua masjid ini merupakan bentuk usaha dari Walisongo dalam berdakwah dengan memadukan unsur Jawa Kuno didalamnya. Gaya bangunan keduanya pun memiliki unsur bangunan Majapahit.

Setelah itu, pembangunan masjid ini dibantu oleh Endrik Cardeel, seorang Ahli bangunan dari Belanda. Ia kabur dari Batavia ke Banten untuk memeluk agama Islam.

Ia pun diikursertakan dalam pembangunan masjid, salah satunya adalah bagian menara. Oleh karena itu, menara yang dibangun pun berbeda dari yang biasanya.

Jika dilihat, menara ini memiliki bentuk seperti  mercusuar, yaitu bangunan menara dengan penerangan di puncak untuk membantu navigasi kapal laut. Menara ini terletak di bagian  timur masjid dengan warna putih. 

Belum ada satupun penggunaan bentuk menara seperti itu di Jawa, maupun di seluruh Nusantara pada saat itu. Hal inilah yang membuat masjid ini memiliki keunikan tersendiri

menara masjid agung
Sumber: Masjid Agung Business Site

Selain itu, 

Disisi selatan, terdapat sebuah bangunan bertingkat atau paviliun yang disebut Tiyamah. Tiyamah memiliki fungsi sebagai tempat musyawarah dan rapat kaum muslimin.

Bangunan ini pula dibangun dengan jasa dari ahli bangunan Belanda Endrik Cardeel, sehingga, Ia pun diberi julukan Pangeran Wiraguna karena jasa yang diberikan.

Percampuran desain arsitektur yang berbeda inilah yang membuat Masjid Agung Banten ini unik. Oleh karena itu, banyak wisatawan yang ingin mengunjunginya.

Bangunan Lainnya dalam Komplek Masjid Agung Banten

  • Selain yang sudah saya sebutkan, ternyata masih banyak lagi bangunan lainnya yang ada pada Masjid Agung Banten.

Apa Saja Sih?

  • Kolam berukuran 28,10×3,10m dengan kedalaman antara 75-100 cm. Kolam ini dikelingingi tembok dengan tinggi sekitar 1 meter.
  • Bangunan Paswetan, digunakan sebagai tempat shalat khusus wanita.
  • Dua Komplek makam sultan Banten, beserta kerabatnya. 

  • Di daerah selatan masjid, terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara itu, di daerah utara masjid, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin.

Kunjungi Masjid Agung Banten Sebagai Wisata Religi Anda

masjid agung banten baru
Sumber: @de_setiani (Instagram)

Masjid ini merupakan salah satu spot utama wisata reliji bagi yang berkunjung ke Banten. Biasanya, Masjid ini ramai oleh turis, terutama di saat hari raya idul Fitri & idul Adha.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan oleh Anda selama berada di Masjid Agung Banten. Salah satunya adalah dengan menaiki menara masjid.

Namun,

Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra dikarenakan untuk mencapai puncaknya, Anda harus menaiki hingga 83 buah anak tangga melalui lorong yang hanya bisa dilalui oleh satu orang saja.

Dijamin worth it kalau sudah sampai diatas, Anda bisa melihat Area sekitar masjid maupun keindahan kota Banten dari atas menara, bahkan menikmati pemandangan lautan yang ada disana.

Selain itu,

Anda juga bisa berziarah ke kawasan makam sultan Banten. Disini, Anda bisa merenungi bagaimana perjuangan para pendakwah terdahulu dalam menyebar Islam.

Kalau Jalan-jalan Pasti Membawa Pulang Sesuatu.

Yap,

Banyak sekali para pedagang yang menjual barang-barang menarik disini. Jelas harganya tentu jauh dari harga-harga barang di metropolitan, bahkan Anda juga bisa sambil tawar-menawar.

Menarik Bukan?

Kondisi Masjid Agung Banten saat ini sudah banyak sekali berubah, bahkan banyak yang mengatakan suasananya seperti Madinah. 

Ayo buat kalian yang ingin jalan-jalan ke Banten, jangan lupa mampir kesini ya!

Tambahan:

Hati-hati barang bawaan Anda ya, kondisi keramaian membuka peluang bagi orang untuk melakukan tindakan kriminal.

Jika ada tambahan atau masukan silahkan komentari artikel ini ya 🙂

PakarKubahMasjid.com - Kontraktor Kubah Masjid

Kami merupakan website resmi dari CV Tamita Jaya, kontraktor kubah masjid yang telah membuat kubah selama 3 Generasi. pengalaman kami dalam membuat kubah sudah lebih dari 20 tahun. 

Oleh karena itu, Kubah yang kami buatkan pun memiliki hasil yang berkualitas dengan harga terjangkau.

 Selengkapnya, Cek website utama kami. 

Summary

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?