masjid cheng ho surabaya

Gambar Masjid Cheng Ho (Sumber : halhalal.com)

Masjid Cheng Ho Surabaya Didirikan untuk mengenang Perjuangan Laksamana Cheng Ho, Pendakwah Islam, sekaligus pelaut terbesar tercatat sepanjang sejarah dengan 27.000 anak buah kapal. 

Masjid Cheng Ho Surabaya – atau yang dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho telah didirikan sejak tahun 2001, tanggal 15 September, bertepatan dengan hari kelahiran Muhammad SAW. 

Bangunan masjid ini sebenarnya menyerupai Kelenteng atau tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa atau disebut juga agama Tri Dharma.

Masjid Ini, terletak di komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam), di jalan Gading No.2, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur. 

Tahukah Anda

Laksanama Cheng Ho sendiri merupakan penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang tercatat. Ia memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sampai saat ini juga.

Banyak sekali pencapaiannya hingga Ia merupakan salah satu tokoh terpenting sejak abad ke-14.

Baca Berikutnya mengenai penjelasan arsitektur Masjid , sejarah Dakwah Laksamana Cheng Ho di Nusantara, dan Wisata Reliji Masjid budaya Tionghoa di Surabaya

 

Daftar Isi

Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya merupakan salah satu Masjid yang menggunakan gaya arsitektur Tionghoa. Masih banyak lagi masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia, seperti di Palembang, Batam, Banjarmasin, dll. Dikutip dari Situs Informasi Masjid Kementerian Agama, Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki ciri khas dengan nuansa budaya Tionghoa, serta ornamen kental dengan budaya tiongkok lama. Masjid ini memiliki luas bangunan utama 9 x 11 m dengan atap seperti sarang laba-laba. Hal ini memiliki kaitannya dengan kisah Rasulullah SAW yang dikejar oleh bangsa quraisy dan dengan kuasa Allah ia diselamatkan oleh sarang laba-laba. Pintu masuk dari masjid memiliki bentuk seperti Pagoda dengan relief (seni pahat di atas batu) naga dan patung singa. Terdapat juga lafaz Allah dalam huruf arab di puncak pagoda.  Masjid ini mampu menampung hingga 200 jamaah dengan luas tanah sekitar 231 m². Hal ini merupakan upaya dakwah Islam dalam mengikuti budaya masyarakat. Sama halnya dengan Masjid Sunan Ampel di Surabaya yang menggunakan nuansa Jawa-Hindu-Budaya atau Masjid Sultan Suriansyah dengan nuansa Banjar.

Sejarah Laksamana Cheng Ho di Indonesia

Laksamana Cheng Ho merupakan salah satu orang terpenting, sebagai penjajah lautan dengan armada terbesar sepanjang sejarah.

Ia dikenal sebagai sosok yang arif dan bijaksana, dikarenakan ia tidak pernah menjajah suatu negara atau wilayah dengan anak buahnya yang begitu banyak.

Perjalanan Cheng Ho membentuk informasi geografi detail pada sebagian besar wilayah dunia yang belum tersedia saat itu.

Sebagai laksamana Dinasti Ming, 

Cheng Ho ditugaskan untuk ekspedisi laut sebanyak 7 kali. Ia berlayar dengan menggunakan kapal ‘bernama Kapal Pusaka’. Kapal ini merupakan kapal terbesar di zamannya dengan panjang sekitar 138 m dan lebar 56 m.

Admiral Cheng Ho dalam pelayaran, Ia sempat mengunjungi Nusantara sebanyak 7 kali. Beberapa bukti peninggalan darinya adalah Lonceng Raksasa ‘Cakra Donya’ di Banda Aceh. Hal ini dilakukan ketika laksamana mengunjungi Samudera Pasai, Kerajaan Islam di Aceh.

Selain itu, Ia juga berlabuh di Muara Jati (Cirebon) dengan memberikan beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan CIrebon dengan piring keramik bertuliskan ayat kursi (tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon).

Masih banyak lagi bukti peninggalan yang diberikan oleh Laksamana Ceng Ho kepada Nusantara pada saat itu. 

Ia sangat berpengaruh dalam menyebarkan agama Islam maupun berdagang. Beberapa Anak buahnya pun diperintahkan untuk berdakwah di berbagai penjuru di Nusantara (salah satunya adalah Syekh Quro & Syekh Datuk Kafi).

tampak depan masjid agung cheng ho

Sumber : Geotimes

Wisata Religi Surabaya Masjid Muhammad Ceng Ho

Keunikan yang diberikan dari Bangunan Masjid ini mampu menarik kaum muslimi di berbagai daerah untuk berkunjung ke sini.

Masjid ini memberi kesan bahwa peradaban Cina kuno sendiri berperan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara. 

Bagi Wisatawan yang sedang berkunjung ke Surabaya, Ayo kunjungi Masjid Cheng Ho, yang terletak di pusat kota Surabaya

Selain beribadah, terdapat juga berbagai kegiatan di dalam masjid ini pada umumnya, seperti peringatan hari raya Idul Fitri, Idul Adha, pengumpulan zakat, dll. Ada juga pembinaan khusus bagi nonmuslim yang ingin mendalami Islam (menjadi mualaf).

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?