masjid menara kudus
Sumber: Wikimedia
'Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan'

Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

Masjid Menara Kudus – Masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 M ini, ternyata masih berdiri sampai saat ini. Bahkan tempat ini pun menjadi favorit bagi turis untuk melakukan wisata reliji.

Ternyata, dibalik pembuatan Masjid Menara Kudus memiliki banyak sekali hikmah yang dapat diambil. mulai dari filosofi bangunan, hingga upaya akulturasi dengan agama Hindu. Hal ini merupakan bukti nyata toleransi Islam dalam beragama.

Lokasi Masjid ini terletak di Jl. Menara, Pejaten, Kauman, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bagi Anda yang sedang singgah ke Kota Kudus, Yuk jangan lupa untuk mampir ke masjid ini. Anda bisa melakukan ibadah, maupun ziarah ke makam sunan Kudus.

Masjid yang sudah didirikan sejak abad ke-15 ini ternyata mengambil peran penting dalam ekspansi Islam di daerah Jawa. Tak heran, warga yang sebelumnya menganut agama Hindu, kini Mayoritas di daerah tersebut memeluk agama Islam.

Yuk, Simak Selengkapnya Mengenai Masjid Menara Kudus, Mulai dari Sejarah, Desain Arsitektur, hingga Alasan Kenapa Anda Mengunjungi Tempat ini

Daftar Isi

Sejarah Masjid Menara Kudus, Upaya Dakwah Islam Dengan Budaya Hindu

masjid menara kudus dulu
Sumber: Wikimedia
Foto diambil oleh Georg Friedrich Johannes

Masjid Menara Kudus didirikan oleh Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam ekspansi Islam di seluruh daerah Jawa hingga mencapai daerah Maluku. Dalam berdakwah, Sunan Kudus menggunakan pendekatan kultural agar sebagai strategi untuk diterima masyarakat setempat.

Perkembangan Islam pada Abad ke-15 ini sangat berkembang di seluruh Nusantara, apalagi setelah runtuh kerajaan Majapahit (Pengaruh besar budaya Hindu-Budha). Ada beberapa faktor yang menjelaskan kenapa runtuhnya Kerajaan Majapahit, yaitu:

  • Setelah kematian Hayam Wuruk, tidak ada lagi yang dirasa mumpuni untuk memimpin kerajaan.
  • Perang Paregreg, perang saudara antara istana barat dan timur, Bhre Wirabhumi dan Wikramawardhana
  • Bangkitnya kerajaan Islam di Demak dan pengaruhnya terhadap sekitar.
  • serangan dari Kesultanan Demak, pada tahun 1527 M, menghabiskan sisa-sisa kerajaan Majapahit.

Bangkit kerajaan Islam di Demak pun membuahkan hasil penyebaran Islam ke seluruh pulau Jawa, salah satunya adalah Kota Kudus.

Dahulu kota Kudus dikenal dengan nama Tajug. Sebelum Walisongo, memang sudah ada upaya penyebaran Islam oleh seorang Muslim keturunan Tiongkok. Kyai Telingsing, seorang ahli seni lukis dengan motif lukisannya dari Dinasti Sung.

Penyebaran Islam yang awalnya dari perdagangan, strategi dakwah pun lebih bervariasi dimana Wali Songo memiliki cara-cara yang unik dalam menyampaikan ajaran Islam. 

Contohnya, ketika Sunan Ampel dihadapi dengan masyarakat penganut budaya seks bebas atau yang dikenal dengan nama Panca Ma, Ia akhirnya berhasil menghapuskan budaya tersebut, dengan Masjid Ampel sebagai bentuk bukti sejarah pengaruhnya.

Masjid Menara Kudus merupakan bukti nyata hasil akulturasi antara Hindu dan Islam, serupa dengan Masjid Agung Demak. Pembangunan Masjid ini dilakukan untuk menghormati budaya yang ada pada zaman itu. 

Bahkan sampai saat ini, kota Kudus tidak melakukan penyembelihan dengan sapi, melainkan menggunakan Kerbau. 

Hal Ini adalah bukti bagaimana Islam yang dicontohkan oleh Sunan Kudus untuk selalu menjaga toleransi dalam beragama, selama sesuai dengan ajaran Al-Qur’an & Sunnahnya.

Selain itu, masih banyak lagi bukti fisik dari masjid, seperti menara masjid bercorak hindu, menyerupai candi, dan lainnya.

Simak Untuk Penjelasan Berikutnya

menara masjid kudus
Sumber: Kemdikbud.go.id

Keunikan Arsitektur Hasil Akulturasi antara Hindu dan Islam

Dikutip dari Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama bentuk dari Menara Kudus menyerupai Candi Corak Jawa Timur yang terdapat di Regol. Ukiran bangunannya pun menunjukkan seni tradisi dari bangunan Hindu Majapahit.

Menara Masjid Kudus memiliki tinggi sekitar 18 meter. Bangunan ini memiliki hiasan di sekelilingnya seperti 32 buah piring yang bergambar.

Selain itu,

Bukti nyata hubungannya dengan keseninan Hindu Majapahit dikarenakan bangunan ini terdiri dari 3 bagian (kaki, badan, dan kepala).

Kaki dan badan bangunan pada menara diukur sebuah motif tradisi Jawa-Hindu. Selain itu terdapat teknik pembangunan dengan memasang batu bata tanpa adanya semen (ciri khas konstruksi tradisional Jawa).

Kemudian, pada bagian kepala menara, terbuat dari kayu jati dengan empat batang saka guru (tiang bangunan) untuk menopang kedua tumpukan atap, seperti terlihat pada gambar.

Masjid Menara Agung dengan Luas 2.400 M² memiliki tembok pembatas di sekelilingnya untuk memisahkan area masjid dengan daerah warga sekitar. Di dalam area tersebut, terdapat kolam masjid.

Konon, kolam masjid ini merupakan sebuah ‘padasan’, tempayan yang diberikan lubang pancoran (sebagai tempat air wudhu).

Selain itu,  terdapat 8 buah pancuran untuk berwudhu. Di atas setiap pancuran itu diletakkan sebuah arca. Hal ini mengadatapsi keyakinan Buddha yang disebut ‘Asta Sanghika Marga’ (Delapan Jalan Kebenaran).

Itulah bukti bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi dalam beragama di dalam masyarakat. Berikut adalah alasan kenapa Anda melakukan Wisata Religi ke tempat ini.

Masjid Menara Kudus Sebagai Destinasi Wisata Religi Anda

Banyak sekali warga daerah Jawa, maupun seluruh Indonesia, turut serta dalam melakukan Wisata Religi ke Masjid Menara Kudus ini.

Biasanya, para pengunjung ini menziarahi makam Sunan Kudus beserta kerabatnya. Hal ini dilakukan sebagai pengingat bagaimana para pejuang pendahulu dalam mengajarkan agama Islam.

Selain itu, tentu kita harus mengutamakan Shalat dalam kegiatan kita. Masjid ini memiliki suasana yang nyaman dan sejuk, sehingga pengunjung masjid ini sangat menikmati beribadah didalamnya.

Di sekitar daerah masjid, Anda juga dapat membeli suvenir atau makanan khas daerah sebagai oleh-oleh atau kenangan disana. Harga disini pun jelas murah-murah, tidak seperti barang-barang di Metropolitan.

Menarik Bukan?

Bagi Anda yang ingin berbagi pengalaman, ilmu, serta memberikan pendapat, Silahkan Komentari Artikel ini di bawah ya, kontribusi Anda sangat berpengaruh bagi kualitas artikel Kami

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?