masjid raya medan

Masjid Raya Medan – atau disebut juga Masjid Raya Al-Mashun merupakan salah satu masjid yang ada di Kota Medan. 

Dengan gaya arsitektur yang unik, serta memberikan kesan kemegahan, Masjid ini selalu dipenuhi oleh wisawatan dari berbagai daerah.

Tahukah Anda, kalau Masjid ini sudah berusia lebih dari 100 tahun? 

Yap, masjid ini merupakan bukti sejarah perjuangan Kesultanan Deli dalam melawan koloni, serta kemajuan suku Melayu.

Inilah penjelasan sejarah, arsitektur bangunan, serta wisata reliji di Medan.

Baca Juga Masjid Namira Lamongan : Sejarah, Kiswah, Serta Wisata Reliji yang Sempat Viral

Sejarah Pembangunan Masjid Raya Medan

Di masa kejayaan Kesultanan Deli, terdapat salah satu produk yang sangat diunggulkan hingga mendunia, yaitu Tembakau Deli.

Produk hasil olahan Sumatera Utara ini ternyata sangat populer di kalangan dunia pada abad 19-20. 

Diperkirakan lebih 92 % impor tembakau cerutu Amerika Serikat berasal dari Kesultanan Deli, dengan nama perusahaan Deli Maatschappij

Walaupun sekarang sudah Tembakau Deli tidak sepopuler pada zamannya, harta yang didapatkan pun dapat memajukan perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah Masjid Raya Al-Manshur. 

Masjid ini didirikan pada tahun 1906. Masjid ini selesai dibangun pada tanggal 10 September, 1909. Diresmikannya masjid ini ditandai dengan shalat jum’at berjamaah.

Pembangunan masjid ini menghabiskan 1 Juta Gulden (sekarang sekitar Rp 8 Miliar). Tentunya, di masa koloni pada waktu itu, 1 Juta Gulden termasuk uang yang sangat banyak.

Sultan Ma’mun Al Rasyid, pemimpin negara Kesultanan Deli pada waktu itu, sengaja membangun masjid dengan sangat megah agar kemegahan bangunan dapat melebihi bangunan lainnya, termasuk Istana Maimun.

Baca Juga Sejarah Masjid Agung Palembang Perpaduan Arsitektur Multikultural

Arsitektur Bangunan Masjid

Masjid Raya Al-Mashun memiliki desain arsitektur yang berbeda dengan masjid yang ada di sekitarnya.

Masjid ini menggunakan kubah masjid raksasa, ciri khas masjid timur tengah dengan gaya Arsitektur Mughal. Hal ini serupa dengan Masjid Raya Aceh yang telah didirikan jauh sebelumnya.

Awalnya, Masjid Raya Medan dibangun oleh arsitek Belanda, Van Erp, yang telah merancang Istana Maimun.

Kemudian, pemegang tanggung jawab arsitektur bangunan pun dialihkan ke JA Tingderman.

Arsitektur dari Belanda ini merancang bangunan masjid dengan corak bangunan campuran dari Timur Tengah, Eropa, dan Melayu.

Kemudian ia menggunakan dengan persegi delapan. Empat penjuru masjid diberikan beranda dengan atap tinggi, kubah hitam, serta kubah raksasa pada bangunan utama masjid.

Pada bagian luar, terdapat empat gang di setiap sisinya yang mengelingi ruang utama salat.

Pada setiap gang terdapat jendela yang berbentuk lengkungan. Lengkungan-lengkungan ini lah yang merupakan bangunan masjid Islam di Eropa.

Baca Juga Kubah Mas Depok : Masjid Dian Al-Mahri Termegah Se-Asia Tenggara

Wisata Reliji di Medan, Sumatera Utara

Masjid Agung Al-Mashun merupakan salah satu tempat favorit, sekaligus masjid teramai yang ada di Medan. 

Banyak sekali pengunjung yang sengaja datang ke kota Medan untuk menikmati beribadah di dalamnya, baik itu warga Indonesia maupun turis asing.

Masjid dengan Gaya arsitektur Mughal ini merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah di Indonesia. Jangan lupa untuk mengambil foto kenang-kenangan jika mampir kesini.

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?