masjid sunan ampel

Gambar Masjid Sunan Ampel (Sumber : 1.bp.blogspot.com)

Masjid Sunan Ampel sudah didirikan sejak tahun 1421 M oleh Sunan Ampel. Hingga saat ini, pengunjung masjid setiap hari mencapai ribuan, bahkan bisa dua kali lipat menjelang ramadan.

Masjid Ampel – atau yang disebut masjid Sunan Ampel ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia hasil pembuatan dari Walisongo. Masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 2000 m² dan memiliki daya tampung hingga 4000 jamaah.

Lokasi masjid ini terletak di jln. Petukangan I, Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur 60151. Masjid ampel telah ditetapkan menjadi wisata reliji di Surabaya. 

Bahkan, 

lokasi ini selalu didatangi oleh ribuan jamaah setiap harinya dari berbagai daerah maupun luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, China, Arab Saudi, dll. Sehingga, kehadiran masjid ini membantu warga sekitar untuk dapat melakukan mata pencaharian di sekitar.

Masjid yang sudah didirikan sejak tahun 1421 M, memiliki sejarah yang penting dan perlu Anda ketahui. Apalagi untuk yang ingin berwisata ke masjid ini. 

Penasaran bukan? 

Simak lagi penjelasan saya mengenai sejarah, gaya arsitektur, hingga alasan masjid sunan ampel menjadi lokasi wisata reliji Anda. 

Daftar Isi

masjid sunan ampel

Sumber : Wikimedia

Sejarah Masjid Sunan Ampel : Strategi Dakwah Walisongo

Awalnya, Walisongo yang bermisi untuk menyebarkan agama Islam berkumpul di daerah Demak. Kemudian mereka pun membangun Masjid Agung Demak, sebagai tempat utama mereka untuk bermusyawarah.

Setiap Walisongo sendiri berdakwah dengan wilayah yang berbeda-beda agar Islam pun dapat banyak dikenali oleh masyarakat Nusantara.

Dikutip dari Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama, Sunan Ampel yang tengah berdakwah di daerah Surabaya, memimpin para masyarakat sekitar untuk membangun masjid.

Masjid ini dibangun dengan bantuan dari sahabatnya Mbah Shaleh, Mba Sonhaji, serta para santrinya (kini daerah tersebut kecamatan Ampel). Masjid yang didirikan oleh Raden Rachmat (Sunan Ampel) pada tahun 1421 M merupakan upaya akulturasi Hindu-Islam pada zaman itu. Masjid ini didirikan di atas tanah 120 x 180 m.

Selain itu, Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren di daerah tersebut yang disebut Pesantren Ampel.

Ajaran Sunan Ampel Mengubah Ritual Panca Ma

Dalam mengubah budaya seks bebas, Sunan Ampel menggunakan metode pemberian Kipas gratis. konon, dengan menggunakan kipas sambil dibacakan syahadat, masyarakat yang terkena demam dan bantuk dapat disebutkan dengan kehendak Allah SWT.

Dikala itu,

Terdapat sebuah Sekte Bhairawa Tantra. Masyarakat yang menganut sekte ini memiliki ritual yang disebut Panca Ma, dengan artian Mamsa (daging), Matsya (Ikan), Madya (minuman keras), Maithuna (Bersetubuh), dan Mudra (Semedi).

Ritual dilakukan dengan cara berkumpul membentuk lingkaran antara perempuan dan laki-laki dengan keadaan telanjang. Sambil makan, mereka juga minum arak hingga mabuk. Kemudian mereka melakukan seks bebas, dan dilanjutkan dengan semedi.

Memang tidak mudah untuk melakukan perubahan suatu budaya, apalagi sesuatu yang memuaskan hawa nafsu. Dengan pembauran dan pendekatan yang baik, Sunan Ampel pun dapat merubah kebiasaan tersebut, dimulai dari ajaran islam sederhana, hingga akidah, ibadah, serta mendalami Islam secara menyeluruh.

Sampai saat ini, ajaran filosofi Moh Limo yang digunakan Sunan Ampel masih terasa sampai sekarang. Filosofi inilah yang mengubah ajaran ritual yang buruk pada saat itu dengan menjadi masyarakat yang lebih baik.

Filosofi Moh Limo yaitu:

  • Moh Main, tidak bermain judi
  • Moh Madon, tidak bermain perempuan / seks bebas
  • Moh Maling, tidak boleh mencuri atau mengambil harta orang lain
  • Moh Madat, tidak menggunakan barang yang menyebabkan candu
  • Moh Minum, tidak boleh minuman keras 

Arsitektur Bangunan Masjid Sunan Ampel

Kayu Jati yang digunakan pada masjid dipercayai memiliki Karomah. Konon, dimasa kolonialisme Belanda, pasukan asing menggunakan senjata berat dan ditembakkan ke arah kota Surabaya. Namun kondisi masjid seolah tidak terusik.

Secara umum, masjid yang dibangun Walisongo, menerapkan gaya arsitektur campuran antara Islam dengan budaya setempat (Jawa Kuno, Hindu, dan Islam).

Selain itu, 

Masjid Ampel sendiri ternyata ada dua di dalam lokasi. Masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel berukuran kecil dengan warna genting coklat tua. Masjid ini bersebelahan dengan pasar Cinderamata. 

Sedangkan Masjid Ampel yang baru, memiliki genting bewarna merah cerah, berukuran lebih besar dan langsung berhadapan dengan pasar cinderamata.

Dikutip dari jurnal ‘The urban heritage of Masjid Sunan Ampel Surabaya, toward the intelligent urbanism development’ oleh Budiarto (2015) terdapat 5 gapura untuk masuk ke area masjid. 

Tiap gapura diatur berurutan, dari bagian inti yaitu bangunan masjid mengarah ke luar, sesuai urutan rukun Islam .

Kelima gerbang ini bermaknakan rukun Islam, dengan penjelasannya yaitu:

  1. Gapura Paneksen, gerbang pertama melambangkan ‘Syahadat’
  2. Gapura Madep, gerbang kedua melambangkan Salat
  3. Gapura Ngamal, gerbang ketiga yang melbangkan zakat (tersedia di daerah tersebut).
  4. Gapura Poso, gerbang keempat yang melambang puasa
  5. Gapura Munggah, gerbang kelima yang melambangkan Haji bagi yang mampu
masjid sunan ampel

Wisata Religi Masjid Capai Ribuan di Bulan Ramadan

Setiap harinya, di area masjid Ampel, selalu ramai di kunjungi masyarakat sekitar, maupun pengunjung dari wilayah lainnya.

Masjid Ampel berdiri dengan luas tanah sebesar 5000 m². Luas bangunannya sekitar 2.000 m² persegi.

Di sekeliling masjid, terdapat penjual dengan berbagai macam aneka dagangan. Insya Allah, semua jajanan Khas Jawa timurtersedia disini.

Apalagi bagi Anda yang ingin mencari makanan daerah, disini terdapat makanan favorit yang harus dicoba, yaitu Sate Karak, Pukis Ampel, dan Gulai Kacang Ijo.

Tak hanya beribadah, pengunjung masjid Sunan Ampel biasanya melakukan ziarah ke makam Sunan Ampel, bahkan meminum air sumur di kawasan tersebut (tentunya, air yang sudah disterilkan).

Oleh karena itu jangan lupa untuk mengabadikan foto selama berkunjung ya !!!

Cek juga pembahasan kami mengenai Masjid Raya Baiturrahman, Saksi Bisu berbagai kisah perjuangan Banda Aceh

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?