kubah masjid termegah

Kubah merupakan salah satu jenis atap bangunan yang diterapkan sejak dahulu kala. Inilah penjelasan mengenai sejarah kubah masjid.

Sejarah Kubah Masjid – diawali ketika abad ke-2, di kerajaan Romawi Kuno, penggunaan kubah mulai diterapkan pada arsitektur bangunan mereka.

Penerapan kubah tersebut dikarenakan fungsi kubah sendiri dapat membantu memperkokoh bangunan, apalagi di daerah tersebut, sering terjadi badai angin, sehingga pentingnya membuat atap yang kuat untuk melindungi bangunan penting mereka.

Dikutip dari situs Public Broadcasting Service, bangunan pertama yang tercatat sejarah menggunakan kubah adalah Pantheon (125 SM), di Roma, dengan bentuk setengah bola.

Kubah ini sangatlah berat karena terbuat dari batu, sehingga para insinyur pada saat itu, harus menggunakan teknik yang rumit (disebut coffers) agar dapat mengurangi bobot pada struktur bangunan.

Di tengah bagian kubah, dilubangi sedemikian rupa sehingga terdapat pencahayaan atau disebut juga Oculus.

Penasaran kan bagaimana kubah yang diciptakan dari arsitektur Romawi ini dapat diterapkan ke masjid?

Bahkan, sekarang kubah sudah menjadi salah satu budaya Islam, bangunan masjid yang ada, sudah menggunakan kubah sebagai atapnya.

Simak penjelasan saya berikutnya

Table of Contents

Gaya Arsitektur Masjid Bangunan Zaman Rasulullah

masjid nabawi

Masjid Nabawi merupakan masjid pertama yang didirikan oleh umat muslim, bersama Rasulullah SAW dalam proses pembuatannya.

Masjid yang dikenal juga dengan nama Kubah Hijau, belum menggunakan kubah pada awal didirikan. Bangunan tersebut mulanya hanya dibuat dengan tembok, tanpa adanya atap maupun lantai, sehingga kaki langsung menyentuh tanah.

Masjid ini memiliki gaya arsitektur yang sangat sederhana. Bahkan, Bilal Bin Rabbah sebagai pengumandang azan di zaman itu, tidak menggunakan alat pengeras suara sama sekali, namun suaranya tetap terdengar oleh kaum muslimin yang berada di Madinah.

Dengan arsitektur yang sederhana, Islam tidak memberikan ajaran secara konkret bagaimana suatu masjid harus dibangun bentuknya.

Namun, bukan berarti ajaran Islam melarang umatnya untuk menerapkan gaya arsitektur pada masjidnya. Dikarenakan perkembangan zaman, Ilmu pun dapat diterapkan untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan. 

Coba bayangkan saja orang mengumandangkan azan tanpa menggunakan toa, jelas umatnya belum tentu dapat mendengar suara azan yang dikumandangkan. 

Seperti itu jugalah penerapan arsitektur pada masjid, disesuaikan juga untuk memenuhi kebutuhan umatnya.

Apalagi kubah sudah terbukti, dari zaman Romawi Kuno hingga saat ini, merupakan atap yang terkuat sepanjang sejarah. Namun, perlu dicatat, bahwa awal mula penerapan kubah bukan merupakan ajaran Islam maupun Rasulullah SAW.

Baca Juga Produsen Kubah Galvalum Dari Pakar Kubah Masjid

Sejarah Kubah Masjid Pertama - Dome of Rock

Sejarah Kubah Masjid Pertama

Dome of Rock – merupakan masjid pertama yang menggunakan kubah, dibangun mulai dari tahun 685 M hingga tahun 691 M. Masjid ini disebut juga Kubah Sakhrah

Tempat suci yang didirikan di Yerusalem ini, dibangun oleh khalifah Umayyah ʿAbd al-Malik ibn Marwān pada akhir abad ke-7 Masehi. Selain itu, di dalam bangunan, terdapat batu As-Sakhrah, sehingga nama bangunan disebut juga Kubah Sakhrah.

Masjid ini sering juga disalahartikan sebagai masjid Al-Aqsha. Sebenarnya, masjid Al-Aqsha merupakan sebuah nama komplek yang ada di daerah tersebut, sedangkan Kubah Sakhrah merupakan masjid yang ada di bagian tengah komplek.

Setelah peristiwa sejarah yang panjang, kini kubah pada masjid tersebut dilapisi emas dan bagian interior dipenuhi kaligrafi ayat Al-Quran.

Perkembangan Pesat Gaya Arsitektur Islam

Seiring dengan perkembangan zaman, gaya arsitektur Islam pun semakin meningkat. Setelah Dome of Rock (691 M), mulailah muncul berbagai masjid yang menggunakan kubah sebagai atapnya, seperti Masjid Agung Damaskus (705 M).

Apalagi, sejak jatuhnya Konstatinopel di tangan Islam oleh Sultan Mehmed II, perkembangan arsitektur pun semakin pesat dikarenakan zaman ini merupakan zaman keemasan Turki Utsmani.

Banyak bangunan masjid yang dibangun dengan sangat megah, bahkan sampai saat ini, masih menarik banyak sekali turis dari berbagai dunia, salah satunya adalah Blue Mosque.

Blue Mosque atau disebut juga Masjid Sultan Ahmed, memiliki 5 kubah utama, 6 menara, dan 8 kubah lainnya. Gaya arsitektur dari bangunan ini menggunakan teknik seperti tetangganya, Hagia Sophia (masjid yang dulunya gereja) dan arsitektur Islam tradisional.

Selain kemegahan masjid yang ada di dalamnya, terdapat juga fitur rantai besi yang tergantung di pintuk masuk dari sisi barat. Hal ini memiliki filosofi yang bermakna bahwa kita harus merendahkan diri di hadapan Allah SWT, bahkan penguasa sekalipun.

Gaya bangunan masjid di zaman itu, kebanyakan menggunakan kubah sebagai atapnya.

Sejarah Kubah Masjid di Indonesia

Dulunya,  Indonesia sendiri masih terdiri dari beberapa kerajaan Islam. Gaya arsitektur yang diterapkan pada masjid, umumnya campuran antara nuansa Islam dengan budaya setempat. Sebut saja salah satu masjid tertua di Indonesia, Masjid Agung Demak. Masjid ini memiliki gaya bangunan campuran antara Hindu-Islam-Jawa. Hal ini disebabkan karena mayoritas masyarakat sebelumnya beragama Hindu dan merupakan bagian dari kerajaan Majapahit. Selain itu, ada juga masjid Sultan Suriansyah, masjid dengan gaya bangunan campuran antara Banjar dan Islam di Kalimantan Selatan. Semua ini bertujuan agar masyarakat setempat dapat menerima masjid dibangunkan dan salah satu strategi dakwah yang diterapkan. Walaupun masjid sudah mulai dibangun, biasanya, arsitektur bangunan masjid belum menggunakan kubah sebagai atapnya. Sejarah Kubah masjid di Indonesia mulai diterapkan setelah kemerdekaan Indonesia, mulainya pembangunan berbagai masjid dengan menggunakan ilmu baru yang telah dipelajari.

Kenapa Kubah Menjadi Penting Sebagai Atap Bangunan

kubah masjid galvalum

Berikut merupakan penjelasan kelebihan penggunaan kubah sebagai atap bangunan masjid.

Kubah sendiri memiliki berbagai jenis yang berbeda. Jenis kubah sendiri dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya. Misalnya Kubah Beton, terbuat dari beton atau Kubah Galvalum yang terbuat dari plat galvalum.

Setiap jenis kubah memiliki kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa jenis kubah yang sesuai kebutuhan jika ingin membangun sebuah masjid / musholla.

Pakar Kubah Masjid menyediakan konsultasi gratis bagi Anda yang ingin dibuatkan kubah sebagai atap masjid Anda.

Apalagi, kami menjanjikan Survei Gratis berbagai daerah di Indonesia, Hubungi saja langsung kami dengan nomor tertera di website.

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?