sejarah masjid agung palembang
Sejarah Masjid Agung Palembang, ini dilisensikan dibawah Common Creative 2.0 oleh Fitri Agung dengan sumber https://www.flickr.com/photos/30721655@N04/3198381282

Sejarah Masjid Agung Palembang – Masjid yang didirikan sejak abad ke-18 ini merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia dengan kapasitas masjid sebesar 18.000 jamaah.

Masjid yang berada di Kota Palembang ini memiliki berbagai kisah di balik pembuatannya sampai kondisi saat ini, mulai dari kesultanan Palembang, peperangan melawan Belanda, Hingga menjadi salah satu masjid Nasional di Indonesia.

 

Sejarah Masjid Agung Palembang

Dulu, Palembang sendiri berada di bawah pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. 

Selama peperangan yang terjadi antara masyarakat Palembang dengan Belanda di abad ke-17 dan 18, terjadi kebakaran pada salah satu masjid disana. 

Masjid tersebut dibangun kembali oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada tahun 1738 menjelang beberapa tahun setelah terjadinya kebakaran.

Pembangunan masjid dilakukan memakan waktu yang cukup lama hingga 10 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1748, masjid ini resmi didirikan. 

Masjid ini sering disebut juga Masjid Sultan, merujuk pada ketua pembangunan sekaligus pemimpin daerah, Sultan Badaruddin.

Awal pembangunan Masjid Agung Palembang memiliki luas lahan sekitar 1080 m² dengan kapasitas hingga 1200 jamaah.

Kemudian, pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (Selama 1758-1774), mulailah pembangunan menara masjid di bagian barat. pola menara masjid sendiri memiliki bentuk segi enam dengan tinggi 20 m. Bentuk atap dari menara melengkung pada bagian ujung dengan atap menggunakan genteng.

Masjid Agung Semarang mengalami beberapa kali renovasi dan ekspansi. Renovasi yang dilakukan dengan menambahkan gaya arsitektur yang berbeda-beda, mulai dari atap bangunan seperti Kerajaan Majapahit, pilar masjid bergaya Eropa, hingga penggunaan gaya arsitektur dari CIna.

Bentuk masjid yang dapat dilihat sekarang merupakan hasil renovasi pada tahun 2003. Berikut adalah penjelasan mengenai arsitektur, Sejarah Masjid Agung Palembang

Arsitektur Masjid Agung Palembang

Dengan perjalanan pembangunan yang panjang, Masjid Agung Palembang menggunakan gaya arsitektur campuran dengan berbagai budaya dari beberapa negara.

Berdasarkan artikel ilmiah karya Nugroho & Hidayat (2017) yang berjudul Transformasi Bentuk Arsitektur Masjid Agung Palembang, bangunan ini terdiri atas bangunan inti dan bangunan lainnya.

Bangunan Inti merupakan masjid lama yang berbentuk seperti bujur sangkar, dengan atap bangunan berbentuk limas dan berundak.

Atap bangunan masjid ini memiliki model seperti Masjid Agung Demak. Atap berbentuk limas juga merupakan salah satu bentuk atap dari bangunan tradisional para penguasa Palembang.

bangunan ‘masjid lama’ yang masih menunjukkan bentuk aslinya yang khas, serta bangunan

pengembangan yang melingkari bangunan inti, berupa bangunan 3 (tiga) lantai di arah belakang serta bangunan 1 (satu) lantai di arah samping kanan dan samping kiri.

Gaya Arsitektur Eropa sendiri digunakan pada masa kolonialisme Belanda tahun 1819 -1821. 

Ciri khas gaya Arsitektur Eropa pada masjid ini ditunjukkan dengan jendela bangunan yang besar dan tinggi, serta pilar masjid yang besar. 

Sedangkan arsitektur China, diterapkan pada bagian atas sisi limas atap masjid. Pada atap Masjid Agung Surabaya, terdapat jurai daun simbar dengan bentuk melengkung dan lancip. Hal ini merupakan gaya arsitektur China seperti kuil ibadahnya Kelenteng.

Oleh karena itu, arsitektur pada Masjid Agung Palembang merupakan campuran antara Jawa-Hindu, Eropa, & China. Itulah penjelasan sejarah Masjid Agung Palembang.

 

Seputar Info Masjid Agung Palembang : Wisata Reliji di Daerah Palembang

Masjid Agung Ampel merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia. Sekarang, masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 1200 m². luas tanah sekitar 1540 m².  Masjid besar ini dapat menampung hingga 15.000 jamaah.

Masjid merupakan salah satu destinasi wisata reliji paling populer di daerah Palembang, Sumatera Selatan.

Hal ini dikarenakan letak masjid yang strategis, sehingga Anda dapat melakukan perjalanan wisata kembali setelah melaksanakan shalat di Masjid Agung Palembang. 

Gaya arsitektur yang unik ini membuat Masjid Agung ini menjadi salah satu spot yang bagus untuk dijadikan tempat berfoto keluarga, maupun simpanan koleksi wisata Anda.

Selain itu, masjid ini merupakan kebanggaan bagi warga Palembang dikarenakan kemegahan serta bukti sejarahnya ketika berjuang melawan Belanda.

Lokasi Masjid : 

Jl. Jenderal Sudirman No.1 Kelurahan 19 Ilir Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr Wb.

Ada yang bisa dibantu?